Kuningan Adiluhung
Kolaborasi Menuju Kuningan MELESAT Melalui Potensi Inovasi Regional untuk Tercapainya PAD, Pertumbuhan Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat Kuningan.
Latar Belakang
Kabupaten Kuningan, dengan posisi geografis yang strategis di kaki Gunung Ciremai, memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan berbasis pangan, pariwisata, budaya, dan investasi berkelanjutan.
Kuningan memiliki lebih dari 40% wilayah pertanian aktif, didukung oleh sistem irigasi alami dari mata air dan aliran sungai pegunungan. Produk unggulan seperti beras, hortikultura, buah-buahan tropis, serta pangan tradisional menjadikan Kuningan bagian penting dalam ketahanan pangan regional Jawa Barat.
Keberadaan Taman Nasional Gunung Ciremai juga menawarkan daya tarik untuk pengembangan ekowisata, spiritual tourism, dan wellness retreat. Selain itu, kearifan lokal Sunda yang berakar kuat, seperti pengelolaan air dan pangan berbasis komunitas, semakin memperkaya sektor pariwisata dan mempererat konektivitas sosial masyarakat.
Posisi strategis Kuningan yang dekat dengan kawasan Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati) memberikan peluang besar untuk menjadi simpul ekonomi baru dalam pengembangan wilayah Jawa Barat.
Potensi Wilayah Kabupaten Kuningan
Terletak di kaki Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan memiliki kekayaan alam dan sumber daya yang melimpah. Potensi ini menjadikannya destinasi unggulan untuk ekowisata, wisata sejarah, dan budaya lokal.
UMKM Kreatif: Batik, kopi, kerajinan, dan produk pertanian ramah lingkungan.
Stabilitas Sosial: Komitmen pemerintah terhadap pembangunan hijau dan berkelanjutan.
Warisan Budaya: Tari Buyung, Angklung, adat, dan komunitas seni yang memperkaya kearifan lokal.
Potensi besar sebagai kawasan investasi hijau, budaya, dan kolaborasi multipihak di wilayah Jawa Barat.
KAITAN DENGAN ASTACITA PRESIDEN RI
Peningkatan Lapangan Kerja dan Pengembangan Industri Kreatif: Menyediakan platform bagi UMKM dan pelaku industri kreatif untuk berkembang.
Kemandirian Pangan, Energi, Air, Ekonomi Kreatif, Hijau, dan Biru: Mendorong investasi di sektor pertanian organik, energi terbarukan, dan UMKM lokal.
Pelestarian Lingkungan, Sumber Daya Alam, dan Budaya: Menjaga kelestarian alam dan budaya sebagai aset berharga daerah.
Pembangunan SDM yang Berkualitas dan Berdaya Saing: Melalui pelatihan, workshop, dan edukasi dalam acara Kuningan Serenity.
Expo
Pameran UMKM, produk unggulan desa, pariwisata, serta teknologi ramah lingkungan. Ajang showcase inovasi lokal dan program CSR.
Investment
Forum investasi melalui business matching, one-on-one meeting, dan project pitching. Membuka peluang kerjasama strategis.
Culture
Apresiasi budaya Nusantara lewat seni, kuliner tradisional, dan kearifan lokal. Menguatkan identitas bangsa sekaligus daya tarik wisata.
Network
Jejaring kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas. Wadah MoU, kemitraan strategis, serta silaturahmi tokoh masyarakat.
Tujuan Program

Mempromosikan
Mempromosikan potensi unggulan Kuningan kepada investor dan mitra nasional/internasional.

Memfasilitasi
Memfasilitasi kolaborasi antara pelaku bisnis, pemerintah, dan komunitas (pertanian, kebudayaan UMKM dan lain-lain).

Menumbuhkan
Menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif & wisata berbasis budaya.

Menguatkan
Menguatkan citra Kuningan sebagai wilayah yang harmonis, hijau, dan terbuka untuk kerja sama.
OUTPUT DAN DAMPAK YANG DI HARAPKAN
CITRA DAERAH
Penguatan positioning Kab. Kuningan sebagai kawasan strategis untuk investasi hijau dan ekonomi berbasis budaya.
PENGUATAN UMKM LOKAL
Peningkatan omzet pelaku UMKM lokal pasca acara melalui peningkatan akses pasar.
KOLABORASI INVESTASI (MoU KERJASAMA)
Terbentuknya minimal 10 kemitraan strategis lintas sektor melalui penandatanganan MoU, sebagai fondasi sinergi jangka panjang antara pemerintah daerah, pelaku usaha, investor, dan mitra pembangunan.
PEMBERDAYAAN EKONOMI LOKAL
Penguatan kapasitas masyarakat dan pelaku usaha mikro melalui pelatihan, inkubasi usaha, dan partisipasi aktif dalam program ekonomi kreatif.
SEKTOR PARIWISATA
Peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan internasional melalui penguatan destinasi wisata berbasis budaya dan alam.

